Minggu, 01 November 2015

TINJAUAN PUSTAKA Iklan Prabowo


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1        Penelitian Terdahulu Tinjauan pustaka Iklan Prabowo
Penelitian terdahulu perlu dirujuk secara kritis sejak penulisan proposal samapai dengan pelaksanaan penelitian. Melalui jurnal-jurnal penelitian, peneliti dapat mengetahui apa yang akan terjadi sekarang di dalam bidang yang diteliti (Alwasiyah, 2002:125). Untuk itu dalam penelitian ini pun perlu adanya rujukan dari penelitian-penelitian terdahulu yang mengkaji tentang konstruksi.
2.1.1 Konstruksi Suami Dalam Iklan Kecap Sedap versi Rahasia Jago Masak.
            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi suami berdasarkan makna denotatif dan konotatif, mitos suami yang ditentang, dan ideology yang muncul. Metode penelitian ini yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Semiotik Roland Barthes. Data penelitian diperoleh dari iklan televisi Kecap Sedap versi Rahasia Jago Masak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, analsisi teks, wawancara, dan studi pustaka.
            Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga scene dalam iklan Kecap Sedap versi Rahasia Jago Masak yang secara khusus mengkonstruksikan suami. Untuk kemudian, dari scene-scene tersebut, teridentifikasi mitos suami yang ditentang sebagai berikut; Suami tidak layak mengerjakan pekerjaan rumah tangga, suami dilayani istri dalam keluarga, dan suami tidak menyukai pekerjaan rumah tangga.
            Melalui analisis tanda-tanda berupa aspek visual serta aspek audio, penelitian ini menyimpulkan bahwa iklan Kecap Sedap versi Rahasia Jago Masak tidak lepas dari dua ideologi dominan; resitensi dan kapitalisme.
            Perbedaan iklan Kecap Sedap versi Rahasia Jago Masak dengan penelitian Konstruksi sikap Prabowo dalam iklan kampanye pilpres 2014-2019 tema Indonesia Bangkit yaitu terletak pada isu yang diangkat. Dalam penelitian iklan Kecap Sedap versi Rahasia Jago masak yang diangkat adalah tentang isu gender sedangkan dalam penelitian ini adalah tentang sikap kepemimpinan menjadi seorang Presiden Republik Indonesia.
            Sedangkan ideology yang diangkat sama-sama tentang kapitalisme. Produk yang dijual untuk menghasilkan sesuatu yang menguntungkan pihak pembuat iklan.
2.1.2 Representasi Korupsi Dalam Iklan Rokok Djarum 76 versi Korupsi, Pungli & Sogokan di Media Televisi.
            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Budaya Korupsi dipresentasikan dalam iklan Rokok Djarum 76 versi Korupsi, Pungli & Sogokan di Media Televisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, denga pendekatan semiotika dari Roland Barthes. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka dan observasi secara mendalam terhadap iklan yang menjadi objek penelitian ini.
            Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat scene-scene penting yang mewakili keseluruhan scene, dimana di dalamnya terdapat tanda-tanda yang penting, yakni isyarat tangan dari tokoh dalam iklan ini, dan sosok Jin dalam iklan ini. Terdapat makna konotasi, yaitu uang pelicin dianggap lumrah dalam sebuah birokrasi dan dilakukan tanpa rasa malu, pelaku korupsi identik dengan pegawai negeri, masyarakat sudah sangat kesal terhadap korupsi namun tak dapat berbuat apa-apa, masyarakat tidak lagi percaya terhadap pihak berwenang untuk menghapus korupsi, korupsi sangat sulit dihilangkan. Terdapat tiga mitos dalam iklan ini, dan analisis mitos yang sudah dilakukan, yaitu korupsi umumnya dilakukan oleh pejabat, korupsi sudah menjadi budaya di Negara kita, instansi pemberantasan korupsi belum bekerja maksimal. Peneliti juga menemukan ideology yang muncul pada iklan ini yaitu ideology konsumerisme dan Kapitalis.
            Perbedaan dengan penelitian Iklan kampanye pilpres ini adalah selain ide yang diangkatnya yaitu ide tentang budaya korupsi di negeri kita sedangkan iklan kampanye pilpres adalah ide tentang kepemimpinan di negeri kita juga sudut pandang. Iklan rokok lebih tetang mempresentasikan sebuah ide sedangkan iklan rokok lebih kepada pembentukan sebuah ide.
            Sedangkan ideology yang dipakai sama yaitu konsumerisme dan kapitalisme. Tentang bagaimana memperoleh keuntungan dengan cara memakai produk yang ditawarkan.
2.1.3 Representasi Kecantikan dalam Iklan Kosmetik The Face Shop
            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi kecantikan dalam iklan kosmetik The Face Shop. Penelitian ini menggunakan metode semiotika dari John Fiske. Penelitian melihat tanda-tanda yang digunakan untuk melahirkan penggambaran tentang konsep kecantikan. Iklan The Face Shop dipilih karena menurut peneliti, iklan ini berbeda dengan lainnya yaitu penggunaan model laki-laki secara dominan pada iklan kosmetik untuk wanita.
            Pada akhir penelitian, didapatkan konsep kecantikan yang direpresentasikan melaui iklan kosmetik The Face Shop. Kecantikan yang ditampilkan adalah kecantikan ideal. Kecantikan ideal adalah pada wajah yang memiliki kualitas kulit putih, halus, dan bersih. Kualitas kecantikan tersebut diperoleh dari penggunaan produk perawatan wajah yang berdasar bahan alami. Model laki-laki yang digunakan sebagai model iklan sekaligus juru bicara produk, merupakan tanda bahwa kecantikan bukan lagi hal yang tabu untuk laki-laki, bahkan perawatan wajah dan tubuh juga diproduksi untuk wanita dan laki-laki.
            Kecantikan yang terlihat di iklan ini juga menunjukkan ideologi kapitalisme, yaitu kecantikan, dalam hal ini industry kecantikan, stigma kecantikan, bahkan laki-laki sebagai objek kecantikan tidak lepas dari pengaruh kapitalisme. Kecantikan ideal yang diwujudkan melalui penggunaan produk-produk kecantikan, dengan demikian adalah komoditas yang dihasilkan oleh kapitalisme.
            Perbedaan dengan iklan kampanye pilpres ini adalah alat analisis semiotikanya yaitu dari John Fiske. Isu yang diangkat juga berbeda isu yang diangkat dalam penelitian Iklan Kosmetik The Face Shop adalah tentang konsep kecantikan yang ideal menurutversi dari iklannya sedangkan iklan kampanye politik adalah tentang konsep sikap kepemimpinan versi calon presiden dan tim suksesnya. Bahasan kurang lebih sama bagaimana mengkonstruksi tentang sesuatu citra lewat media iklan.
            Ideologi yang dihasilakan juga sama yaitu kapitalisme, menjual atau menawarkan produk dengan cara pembentukan citra sebagai sesuatu menguntungkan.

0 komentar:

Posting Komentar