Jumat, 13 November 2015

Persuasi Sebagai Titik Tolak Kampanye

1.2.1        Persuasi Sebagai Titik Tolak Kampanye
Pfau dan Parrot yang dikutip oleh Venus (2004:29) menyebutkan bahwa “Campaigns are inherently persuasive communication activies”. Meskipun inti dari kampanye adalah persuasi, namun tindakan persuasi dalam kampanye berbeda dengan tindakan persuasive perseorangan. Sekurang-kurangnya ada empat aspek dalam kegiatan kampanye persuasif yang tidak dimiliki tindakan persuasif perseorangan yakni:
a.       Kampanye secara sistematis berupaya menciptakan “tempat” tertentu dalam pikiran khalayak tentang prodak, kandidat atau gagasan disodorkan.
b.      Kampanye berlangsung dalam berbagai tahapan mulai dari menarik perhatian khalayak, menyiapkan khalayak untuk bertindak, hingga akhirnya mengajak mereka melakukan tindakan nyata.
c.       Kampanye juga mendramatisasi gagasan-gagasan yang disampaikan pada khalayak dan mengundang mereka untuk terlihat baik secara simbolis maupun praktis, guna mencapai tujuan kampanye.
d.      Kampanye juga secara nyata menggunakan kekuatan media massa dalam upaya menggugah kesadaran hingga mengubah perilaku khalayak.
Disamping  perbedaan di atas, Perloff menerangkan bahwa persuasi dalam kegiatan kampanye juga berbeda dari tindakan persuasi dalam setting laboratorium. Dalam tindakan kampanye, persuasi diterapkan dalam “dunia nyata” yang kompleks dan dinamis, dimana khalayak sasaran hampir tidak mungkin dikontrol laboratorium.
2.2.5 Bauran Komunikasi pada Kampanye
            Bauran komunikasi dapat ditarik unsur pokok yang berpijak pada “paradigmatic komunikasi” yang terkenal dan disampaikan oleh Harold D. Laswell yang berbunyi who says what in which channel to whom with what effect. Komponen-komponen komunikasi tersebut berkorelasional secara fungsional, sebagai berikut:
Who says                             (Siapa mengatakan)                        : Komunikator
Says what                    (Mengatakan apa)                               : Pesan (Messages)
In which channel         (melalui saluran apa)                              : Media
To Whom                    (Kepada Siapa)                                      : Komunikan
With what effect         (dengan efek apa)                        : efek dan dampak

            Metode kampanye dilakukan secara berencana, sistematis, motivasi,psikologis dan dilakukan berulang-ulang serta continue. Sebaliknya jika kampanye dilakukan secara insidentil atau hanya dilakukan sekali tertentu maka hal ini kurang bermanfaat untuk tujuaan kampanye. Kampanye tidak terlepas dari komunikasi yang bersifat membujuk (persuasif) dan mendidik (edukatif) yaitu berupaya mengubah sikap perilaku, sikap bertindak, tanggapan, persepsi sehingga membentuk opini public yang positif dan menguntungkan segi citra.



0 komentar:

Posting Komentar