Teknik
Analisis Data
Analisis
tanda adalah proses pemaknaan terhadap tanda-tanda yang diperoleh melalui
pengungkapan hubungan antara penanda dengan petandanya di dalam sebuah teks
iklan. Konsep Barthes dalam penelitian ini dapat diterapkan untuk melihat
bagaimana gambar dan kalimat bisa mengkonstruksi pembentukan citra sikap calon
presiden Prabowo sebagai analisis sistem semiotika tingkat pertama. Dalam
pemetaan Barthes, terdapat dua tingkat pertandaan (signifikasi) yang nantinya
akan menentukan bagaimana bahasa pada tingkat pertama dapat mempengaruhi mitos
pada tingkat kedua.
Elemen-elemen
yang ada pada siginifikasi Roland Barthes terdiri dari penanda (signifier) dan petanda (signified). Dari kedua elemen ini, pada
mulanya kita akan memaknai tanda dengan makna sebenarnya (denotatif), kemudian
berlanjut kepada pemaknaan konotasi. Setelah itu terbentukah mitos.
|
1.
|
Peta Tanda Roland Barthes
Penelitian
ini menganalisis iklan pada media televisi sehingga bentuk pengambilan adegan
yang ditampilkan menjadi penting dalam analisisnya. Teks iklan pertama-tama
dijabarkan ke dalam bentuk potongan-potongan proposisi gambar untuk melihat
rangkaian maksud dari iklan tersebut. Elemen yang dianlisis terdiri dari elemen
gambar dan verbal. Visual yaitu berupa gambar yang ditampilkan dan verbal
merupakan kalimat yang ditampilkan dalam iklan tersebut. Kemudian pada iklan
tersebut dibagi dalam beberapa tipografi verbal dan visual.
Untuk
mengidentifikasikan elemen-elemen tersebut sebagai tataran penanda dan petanda,
dapat diklasifikasikan menurut tabel di bawah ini:
|
Penanda (Signifier)
|
Petanda (Signified)
|
|
Pengambilan Gambar
|
|
|
Big Close Up
|
Emosi, dramatic, momen penting.
|
|
Close Up
|
Intim, dekat
|
|
Medium Shot
|
Hubungan personal dengan subjek
|
|
Long Shot
|
Konteks, perbedaan publik
|
|
Sudut Pandang (Angle Pengambilan
Gambar)
|
|
|
High
|
Dominasi, Kekuasaan, Otoritas
|
|
Eye Level
|
Kesejajaran, kebersamaan derajat
|
|
Low
|
Di dominasi, dikuasai, kurang otoritas
|
|
Tipe Lensa
|
|
|
Wide Angle
|
Dramatis
|
|
Normal
|
Normalitas, Keseharian
|
|
Telephoto
|
Tidak Personal
|
|
Fokus
|
|
|
Selective Focus
|
Meminta perhatian (lihat ini saja)
|
|
Soft Focus
|
Romantis, Nostalgia
|
|
Deep Focus
|
Semua unsure adalah penting (lihat semuanya)
|
|
Lighting
|
|
|
High key
|
Riang, cerah
|
|
Low key
|
Suram, muram
|
|
High contrast
|
Dramatik, teaterikal
|
|
Low contrast
|
Realistik, Dokumentasi
|
|
Warna
|
|
|
Warm (yellow, orange, red, grey)
|
Optimis, Harapan, hasrat, agitasi
|
|
Cool (Blue, green)
|
Pesimis, tidak ada harapan
|
|
Black and White
|
Realisme, aktualitas, Faktual
|
Elemen-elemen Penanda dan Petanda
(Keith Selby & Ron Cowdey dalam
Purnomo, 2004:80)
Kemudian
penulis memasukannya pada dua bagian analisis yaitu denotasi dan konotasinya.
Dalam dua tahap penandaan, Barthes menjelaskan makna denotasi dan konotasi.
Makna denotasi merupakan makna yang dapat langsung dilihat ketika kita
mengamati suatu tanda. Sedangkan makna konotasi adalah makna implisit bila
dikaitkan dengan penelitian.
Dalam
proses siginifikasi ini, pertama-tama peneliti menentukan penanda dan petanda
untuk mencari makna denotasi. Makna denotasi ini masuk kedalam penandaan tahap
pertama. Kemudian makna denotasi yang telah dihasilkan tersebut menjadi penanda
konotatif. Sama halnya dengan pembentukan makna denotatif, petanda konotatif
juga menghasilkan juga menghasilkan petanda, yaitu petanda konotatif. Penanda
dan petanda konotatif ini memunculkan makna denotatif. Makna konotatif
merupakan signifikasi tingkat kedua dalam sistem penandaan dua tahap Barthes.
Pada
signifikasi tahap dua tersebut, tanda bekerja melalui mitos, sebagai produk
kelas sosial yang sudah memiliki dominasi. Dua sistem mitis dapat menjadi sign
vehicle bagi ideology. Untuk itu peneliti juga meneliti makna konotatif yang
beroperasi pada tahap kedua pada sistem dua tahap penandaan Barthes.





0 komentar:
Posting Komentar