Senin, 02 November 2015

Teknik Analisis Data

Teknik Analisis Data
Analisis tanda adalah proses pemaknaan terhadap tanda-tanda yang diperoleh melalui pengungkapan hubungan antara penanda dengan petandanya di dalam sebuah teks iklan. Konsep Barthes dalam penelitian ini dapat diterapkan untuk melihat bagaimana gambar dan kalimat bisa mengkonstruksi pembentukan citra sikap calon presiden Prabowo sebagai analisis sistem semiotika tingkat pertama. Dalam pemetaan Barthes, terdapat dua tingkat pertandaan (signifikasi) yang nantinya akan menentukan bagaimana bahasa pada tingkat pertama dapat mempengaruhi mitos pada tingkat kedua.
Elemen-elemen yang ada pada siginifikasi Roland Barthes terdiri dari penanda (signifier) dan petanda (signified). Dari kedua elemen ini, pada mulanya kita akan memaknai tanda dengan makna sebenarnya (denotatif), kemudian berlanjut kepada pemaknaan konotasi. Setelah itu terbentukah mitos.
1.    






Peta Tanda Roland Barthes
            Penelitian ini menganalisis iklan pada media televisi sehingga bentuk pengambilan adegan yang ditampilkan menjadi penting dalam analisisnya. Teks iklan pertama-tama dijabarkan ke dalam bentuk potongan-potongan proposisi gambar untuk melihat rangkaian maksud dari iklan tersebut. Elemen yang dianlisis terdiri dari elemen gambar dan verbal. Visual yaitu berupa gambar yang ditampilkan dan verbal merupakan kalimat yang ditampilkan dalam iklan tersebut. Kemudian pada iklan tersebut dibagi dalam beberapa tipografi verbal dan visual.
            Untuk mengidentifikasikan elemen-elemen tersebut sebagai tataran penanda dan petanda, dapat diklasifikasikan menurut tabel di bawah ini:
Penanda (Signifier)
Petanda (Signified)
Pengambilan Gambar
Big Close Up
Emosi, dramatic, momen penting.
Close Up
Intim, dekat
Medium Shot
Hubungan personal dengan subjek
Long Shot
Konteks, perbedaan publik
Sudut Pandang (Angle Pengambilan Gambar)
High
Dominasi, Kekuasaan, Otoritas
Eye Level
Kesejajaran, kebersamaan derajat
Low
Di dominasi, dikuasai, kurang otoritas
Tipe Lensa
Wide Angle
Dramatis
Normal
Normalitas, Keseharian
Telephoto
Tidak Personal
Fokus
Selective Focus
Meminta perhatian (lihat ini saja)
Soft Focus
Romantis, Nostalgia
Deep Focus
Semua unsure adalah penting (lihat semuanya)
Lighting
High key
Riang, cerah
Low key
Suram, muram
High contrast
Dramatik, teaterikal
Low contrast
Realistik, Dokumentasi
Warna
Warm (yellow, orange, red, grey)
Optimis, Harapan, hasrat, agitasi
Cool (Blue, green)
Pesimis, tidak ada harapan
Black and White
Realisme, aktualitas, Faktual

Elemen-elemen Penanda dan Petanda
(Keith Selby & Ron Cowdey dalam Purnomo, 2004:80)

            Kemudian penulis memasukannya pada dua bagian analisis yaitu denotasi dan konotasinya. Dalam dua tahap penandaan, Barthes menjelaskan makna denotasi dan konotasi. Makna denotasi merupakan makna yang dapat langsung dilihat ketika kita mengamati suatu tanda. Sedangkan makna konotasi adalah makna implisit bila dikaitkan dengan penelitian.
            Dalam proses siginifikasi ini, pertama-tama peneliti menentukan penanda dan petanda untuk mencari makna denotasi. Makna denotasi ini masuk kedalam penandaan tahap pertama. Kemudian makna denotasi yang telah dihasilkan tersebut menjadi penanda konotatif. Sama halnya dengan pembentukan makna denotatif, petanda konotatif juga menghasilkan juga menghasilkan petanda, yaitu petanda konotatif. Penanda dan petanda konotatif ini memunculkan makna denotatif. Makna konotatif merupakan signifikasi tingkat kedua dalam sistem penandaan dua tahap Barthes.

            Pada signifikasi tahap dua tersebut, tanda bekerja melalui mitos, sebagai produk kelas sosial yang sudah memiliki dominasi. Dua sistem mitis dapat menjadi sign vehicle bagi ideology. Untuk itu peneliti juga meneliti makna konotatif yang beroperasi pada tahap kedua pada sistem dua tahap penandaan Barthes. 

0 komentar:

Posting Komentar