Jumat, 13 November 2015

Strategi Kampanye

1.2  Strategi Kampanye
Seperti dalam penjelasan (Venus, 2004:  ) membuat perencanaan kampanye yang matang bukanlah sesuatu yang sulit. Tim kampanye dapat merumuskan perencanaan berdasarkan lima pertanyaan sederhana yaitu: apa yang ingin dicapai? Siapa yang akan menjadi sasaran? Pesan apa yang akan disampaikan? Bagaimana menyampaikannya? Bagaimana mengevaluasinya?
            Kelima pertanyaan tersebut dapat dituangkan ke dalama tahap-tahap perencanaan seperti yang digambarkan sebagai berikut.





Tahap-tahap proses perencanaan kampanye (Gregory, 2000:53)

Strategi kampanye adalah secara keseluruhan yang akan ditetapkan dalam kampanye. Untuk lebih mudahnya disebut sebagai guiding principle atau the big idea. Guiding principle atau the big idea ini adalah sebuah pendekatan yang diambil untuk menuju pada suatu kondisi tertentu dari kondisi saat ini, yang dibuat berdasarkan analisis masalah dan tujuan yang tidak ditetapkan. Strategi kemudian dituangkan secara lebih konkret dalam bentuk taktik.
Taktik sangat bergantung pada tujuan dan sasaran yang akan akan dibidik program kampanye. Semakin kompleks tujuan dan sasaran yang dibidik maka taktik yang digunakan harus semakin kreatif dan variatif. Namun demikian, pemilihan taktik bukanlah hal yang sangat rumit, karena pemilihan taktik sebenarnya hanya didasarkan pada dua fungsi yaitu fungsi menghubungkan dan fungsi meyakinkan. Pertama, taktik mengidentifikasi dan menghubungkan program kampanye dengan sasaran melalui media komunikasi tertentu. Kemudian taktik meyakinkan sasaran melalui kekuatan pesan komunikasi hingga membuat sasaran berpikir, percaya dan bertindak sesuai dengan tujuan program kampanye (Venus, 2004:152-153).
Pada saat melakukan kegiatan kampanye, komunikasi merupakan komponen utama dalam menyampaikan isi pesan kampanye. Bagaiman menyampaikan sebuah kampanye tanpa komunikasi? Tentu itu hal yang mustahil. Komunikasi adalah alat yang pasti digunakan pada saat kegiatan kampanye berlangsung. Setiap kampanye harus dilaksanakan dengan strategi yang pas dan tidak asal-asalan agar hasilnya sesuai dengan yang dinginkan.
Salah satu kesalahan yang paling umum adalah merancang suatu kampanye adalah membuat kampanye jatuh ke dalam jebakan aktivitas. Jika kampanye terjebak dalam suatu aktivitas maka kampanye ini bisa menjadi rutin dan seolah dikerjakan tanpa perencanaan. Alhasil kita dapat menyalahgunakan sumber daya dan sumber dana yang tidak menghasilkan apa-apa, kecuali frustasi karena kita menghadapi kegagalan. Pada titik inilah kampanye membutuhkan “strategi” untuk mencapai sukses kampanye.

Semua perencanaan kampanye selalu membayangkan menetapkan strategi kampanye ibarat menggambarkan sebuah peta territorial sebagai “medan tempur” yang harus direbut dalam suatu perang. Peta yang ditawarkan itu bisa sangat sederhana namun juga bisa sangat kompleks. Kita katakana kompleks jika kampanye memiliki suatu strategi yang tersusun rapi yang diharapkan memberikan kontribusi bagi suatu perubahan. Sebaliknya, kita katakana sederhana jika kampanye hanya berisi semacam rancangan untuk memilih taktik tertentu untuk berkomunikasi (Liliweri, 2011:686)

0 komentar:

Posting Komentar