1.2 Strategi Kampanye
Seperti dalam
penjelasan (Venus, 2004: ) membuat
perencanaan kampanye yang matang bukanlah sesuatu yang sulit. Tim kampanye
dapat merumuskan perencanaan berdasarkan lima pertanyaan sederhana yaitu: apa
yang ingin dicapai? Siapa yang akan menjadi sasaran? Pesan apa yang akan
disampaikan? Bagaimana menyampaikannya? Bagaimana mengevaluasinya?
Kelima pertanyaan tersebut dapat dituangkan ke dalama tahap-tahap perencanaan seperti yang digambarkan sebagai berikut.
Kelima pertanyaan tersebut dapat dituangkan ke dalama tahap-tahap perencanaan seperti yang digambarkan sebagai berikut.
Tahap-tahap proses perencanaan
kampanye (Gregory, 2000:53)
Strategi kampanye
adalah secara keseluruhan yang akan ditetapkan dalam kampanye. Untuk lebih
mudahnya disebut sebagai guiding
principle atau the big idea. Guiding
principle atau the big idea ini adalah
sebuah pendekatan yang diambil untuk menuju pada suatu kondisi tertentu dari
kondisi saat ini, yang dibuat berdasarkan analisis masalah dan tujuan yang
tidak ditetapkan. Strategi kemudian dituangkan secara lebih konkret dalam
bentuk taktik.
Taktik sangat
bergantung pada tujuan dan sasaran yang akan akan dibidik program kampanye.
Semakin kompleks tujuan dan sasaran yang dibidik maka taktik yang digunakan
harus semakin kreatif dan variatif. Namun demikian, pemilihan taktik bukanlah
hal yang sangat rumit, karena pemilihan taktik sebenarnya hanya didasarkan pada
dua fungsi yaitu fungsi menghubungkan dan fungsi meyakinkan. Pertama, taktik
mengidentifikasi dan menghubungkan program kampanye dengan sasaran melalui
media komunikasi tertentu. Kemudian taktik meyakinkan sasaran melalui kekuatan
pesan komunikasi hingga membuat sasaran berpikir, percaya dan bertindak sesuai
dengan tujuan program kampanye (Venus, 2004:152-153).
Pada saat melakukan
kegiatan kampanye, komunikasi merupakan komponen utama dalam menyampaikan isi
pesan kampanye. Bagaiman menyampaikan sebuah kampanye tanpa komunikasi? Tentu
itu hal yang mustahil. Komunikasi adalah alat yang pasti digunakan pada saat
kegiatan kampanye berlangsung. Setiap kampanye harus dilaksanakan dengan
strategi yang pas dan tidak asal-asalan agar hasilnya sesuai dengan yang
dinginkan.
Salah satu kesalahan
yang paling umum adalah merancang suatu kampanye adalah membuat kampanye jatuh
ke dalam jebakan aktivitas. Jika kampanye terjebak dalam suatu aktivitas maka
kampanye ini bisa menjadi rutin dan seolah dikerjakan tanpa perencanaan.
Alhasil kita dapat menyalahgunakan sumber daya dan sumber dana yang tidak
menghasilkan apa-apa, kecuali frustasi karena kita menghadapi kegagalan. Pada
titik inilah kampanye membutuhkan “strategi” untuk mencapai sukses kampanye.
Semua perencanaan
kampanye selalu membayangkan menetapkan strategi kampanye ibarat menggambarkan
sebuah peta territorial sebagai “medan tempur” yang harus direbut dalam suatu
perang. Peta yang ditawarkan itu bisa sangat sederhana namun juga bisa sangat
kompleks. Kita katakana kompleks jika kampanye memiliki suatu strategi yang
tersusun rapi yang diharapkan memberikan kontribusi bagi suatu perubahan.
Sebaliknya, kita katakana sederhana jika kampanye hanya berisi semacam rancangan
untuk memilih taktik tertentu untuk berkomunikasi (Liliweri, 2011:686)





0 komentar:
Posting Komentar