Jumat, 13 November 2015

Jenis-jenis Kampanye dan Pelaku Kampanye

Jenis-jenis Kampanye
Membicarakan jenis-jenis kampanye pada prinsipnya adalah membicarakan motivasi yang melatarbelakangi diselenggarakannya sebuah program kampanye. Motivasi tersebut pada gilirannya akan menentukan kearah mana kampanye akan menentukan kearah mana kampanye akan digerakan dan apa tujuan yang akan dicapai. Jadi secara inheren ada keterkaitan antara motivasi dan tujuan kampanye. Bertolak dari keterkaitannya tersebut, Charles U. Larson (1992) kemudian membagi jenis kampanye ke dalam tiga kategori yakni: product-oriented campaigns, candidate-oriented campaigns, dan ideologically`oriented campaigns.(Venus, 2004: 10-12). Jenis kampanye yang dilaksanakan oleh Pemkot Bandung masuk ke dalam ideologically or cause oriented campaigns.
            Ideologically or cause oriented campaigns adalah jenis kampanye yang berorientasi pada tujuan-tujuan yang bersifat khusus dan seringkali berdimensi perubahan sosial. Karena itu, kampanye jenis ini dalam istilah Kotler disebut sebagai social change campaigns, yakni kampanye yang ditujukan untuk menangani masalah-masalah sosial melalui perubahan sikap dan perilaku publik yang terkait. Sedangkan berbagai jenis kampanye yang tidak termasuk dalam kategori kampanye politik atau kampanye produk dapat dimasukan ke dalam kampanye perubahan sosial. Oleh karena itu cakupan jenis kampanye ini sangat luas mulai dari kampanye di bidang kesehatan, kampanye linkungan, kampanye pendidikan, kampanye lalu lintas, kampanye ekonomi, atau kampanye kemanusiaan.
1.2.2        Pelaku Kampanye
Semua yang terlibat dalam menggagas, merancang dan mengorganisasikan dan menyampaikan pesan dalam sebuah kegiatan kampanye disebut pelaku kampanye. Ini berarti kampanye tidak dikerjakan oleh pelaku tunggal melainkan sebuah tim kerja (teamworks).
Zalmar dkk (1992) dikutip oleh Antar Venus dalam buku ”Manajemen Kampanye”, membagi tim kerja kampanye dalam dua kelompok, pertam Leaders(Pemimpin atau tokoh-tokoh), yaitu coordinator pelaksana, penyandang dana, petugas administrasi kampanye dan pelaksanaan tekhnis.
Kelompok kedua, adalah supporter yaitu lapangan kader, simpatisan, penyumbang, yang meramaikan acara kampanye. Thayer (Signntzer, et. Al, 1986) membedakan juga dua jenis kampanye (mediator), yaitu Instrumental Mediator yang berfungsi sebagai komunikasi anonym, dan Consumentary Mediator yang mempresentasikan lingkungan nyata dari situasi atau gagasan yang dikampanyekan. Dalam kehidupan nyata, setiap orang mampu dan bisa menjadi komunikator dalam penyampaian pesan, tetapi sangat sulit menemukan seseorang yang dipandang memiliki kredibilitas tinggi untuk setiap situasi yang dihadapi untuk menjadi komunikator yang baik. Idealnya ada kesesuaian antara pelaku kampanye (komunikator), objek kampanye, khalayak penerima, pesan dan media yang digunakan. Penelitian yang dilakukan Hovland, Jenis, dan Kelley(Windahl,Signitizier dan Olson, 1983) menemukan tiga aspek yang mempengaruhi kredibilitas sumber (komunikasi) yakni:
a.       Kepercayaan (trustworthiness)
Trustworthiness berkaitan dengan penilaian khalayak, bahwa sumber informasi dianggap tulus, jujur, bijak dan adil, objektif, memiliki integritas pribadi, serta memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi
b.      Keahlian (expertise)
Faktor keahlian berhubungan dengan penilaian dimana sumber dianggap berpengetahuan, cerdas, berpengalaman, memiliki kewenangan tertentu dan menguasai skill yang bisa diandalkan.
c.       Daya tarik (attractiveness)
Secara umum konsep ini meliputi penampilan fisik dan identifikasi psikologis sebagai daya tarik pada seseorang yang didasarkan pada kesamaan nilai atau karakteristik kepribadian lainnya. Selain ketiga faktor diatas, pada tahun 1973, Mc Croskey, Jensen dan Velencia mengidentifikasikan tiga faktor pendukung lainnya yang mempengaruhi kredibilitas sumber yaitu keterbukaan (extroversion), ketenangan (composure), kemampuan bersosialisasi (Socialibility), dan karisma.
ASPEK
KARAKTERISTIK

Kepercayaan
Kaitannya dengan moralitas(bukan pada kemampuan), kejujuran, ketulusan, bijak dan adil, memiliki sikap dan perilaku terpuji, kepedulian dan tanggung jawab sosial, serta memiliki integritas pribadi.

Keahlian
Tingkat pendidikan, kecerdasan, wawasan lain, pengusaan keterampilan dan pengalaman

Daya tarik
Meliputi daya tarik fisik dan daya tarik psikologis

Faktor pendukung lainnya
Keterbukaan, ketenangan dan kemampuan bersosialisasi.


Tabel Kredibilitas Pelaku Kampanye

(Sumber: Venus, A, Manajemen Kampanye, 2004:67)

0 komentar:

Posting Komentar