Jenis-jenis
Kampanye
Membicarakan
jenis-jenis kampanye pada prinsipnya adalah membicarakan motivasi yang
melatarbelakangi diselenggarakannya sebuah program kampanye. Motivasi tersebut
pada gilirannya akan menentukan kearah mana kampanye akan menentukan kearah
mana kampanye akan digerakan dan apa tujuan yang akan dicapai. Jadi secara
inheren ada keterkaitan antara motivasi dan tujuan kampanye. Bertolak dari
keterkaitannya tersebut, Charles U. Larson (1992) kemudian membagi jenis
kampanye ke dalam tiga kategori yakni: product-oriented
campaigns, candidate-oriented campaigns, dan ideologically`oriented campaigns.(Venus, 2004: 10-12). Jenis
kampanye yang dilaksanakan oleh Pemkot Bandung masuk ke dalam ideologically or cause oriented campaigns.
Ideologically or cause oriented
campaigns adalah jenis kampanye yang berorientasi pada
tujuan-tujuan yang bersifat khusus dan seringkali berdimensi perubahan sosial.
Karena itu, kampanye jenis ini dalam istilah Kotler disebut sebagai social change campaigns, yakni kampanye
yang ditujukan untuk menangani masalah-masalah sosial melalui perubahan sikap
dan perilaku publik yang terkait. Sedangkan berbagai jenis kampanye yang tidak
termasuk dalam kategori kampanye politik atau kampanye produk dapat dimasukan
ke dalam kampanye perubahan sosial. Oleh karena itu cakupan jenis kampanye ini
sangat luas mulai dari kampanye di bidang kesehatan, kampanye linkungan,
kampanye pendidikan, kampanye lalu lintas, kampanye ekonomi, atau kampanye
kemanusiaan.
1.2.2
Pelaku
Kampanye
Semua yang terlibat
dalam menggagas, merancang dan mengorganisasikan dan menyampaikan pesan dalam
sebuah kegiatan kampanye disebut pelaku kampanye. Ini berarti kampanye tidak
dikerjakan oleh pelaku tunggal melainkan sebuah tim kerja (teamworks).
Zalmar dkk (1992)
dikutip oleh Antar Venus dalam buku ”Manajemen Kampanye”, membagi tim kerja
kampanye dalam dua kelompok, pertam Leaders(Pemimpin atau tokoh-tokoh), yaitu
coordinator pelaksana, penyandang dana, petugas administrasi kampanye dan
pelaksanaan tekhnis.
Kelompok kedua, adalah
supporter yaitu lapangan kader, simpatisan, penyumbang, yang meramaikan acara
kampanye. Thayer (Signntzer, et. Al, 1986) membedakan juga dua jenis kampanye
(mediator), yaitu Instrumental Mediator yang berfungsi sebagai komunikasi
anonym, dan Consumentary Mediator yang mempresentasikan lingkungan nyata dari
situasi atau gagasan yang dikampanyekan. Dalam kehidupan nyata, setiap orang
mampu dan bisa menjadi komunikator dalam penyampaian pesan, tetapi sangat sulit
menemukan seseorang yang dipandang memiliki kredibilitas tinggi untuk setiap
situasi yang dihadapi untuk menjadi komunikator yang baik. Idealnya ada
kesesuaian antara pelaku kampanye (komunikator), objek kampanye, khalayak
penerima, pesan dan media yang digunakan. Penelitian yang dilakukan Hovland,
Jenis, dan Kelley(Windahl,Signitizier dan Olson, 1983) menemukan tiga aspek
yang mempengaruhi kredibilitas sumber (komunikasi) yakni:
a. Kepercayaan
(trustworthiness)
Trustworthiness
berkaitan dengan penilaian khalayak, bahwa sumber informasi dianggap tulus,
jujur, bijak dan adil, objektif, memiliki integritas pribadi, serta memiliki
tanggung jawab sosial yang tinggi
b. Keahlian
(expertise)
Faktor keahlian
berhubungan dengan penilaian dimana sumber dianggap berpengetahuan, cerdas,
berpengalaman, memiliki kewenangan tertentu dan menguasai skill yang bisa
diandalkan.
c. Daya
tarik (attractiveness)
Secara umum konsep ini meliputi
penampilan fisik dan identifikasi psikologis sebagai daya tarik pada seseorang
yang didasarkan pada kesamaan nilai atau karakteristik kepribadian lainnya.
Selain ketiga faktor diatas, pada tahun 1973, Mc Croskey, Jensen dan Velencia
mengidentifikasikan tiga faktor pendukung lainnya yang mempengaruhi
kredibilitas sumber yaitu keterbukaan (extroversion), ketenangan (composure),
kemampuan bersosialisasi (Socialibility), dan karisma.
|
ASPEK
|
KARAKTERISTIK
|
|
|
Kepercayaan
|
Kaitannya
dengan moralitas(bukan pada kemampuan), kejujuran, ketulusan, bijak dan adil,
memiliki sikap dan perilaku terpuji, kepedulian dan tanggung jawab sosial,
serta memiliki integritas pribadi.
|
|
|
Keahlian
|
Tingkat
pendidikan, kecerdasan, wawasan lain, pengusaan keterampilan dan pengalaman
|
|
|
Daya
tarik
|
Meliputi
daya tarik fisik dan daya tarik psikologis
|
|
|
Faktor
pendukung lainnya
|
Keterbukaan,
ketenangan dan kemampuan bersosialisasi.
|
|
Tabel Kredibilitas Pelaku Kampanye
(Sumber: Venus, A, Manajemen
Kampanye, 2004:67)




0 komentar:
Posting Komentar